Langsung ke konten utama

DESIGN GRAFIS DENGAN ADOBE ILLUSTRATOR

Adobe Illustrator (atau biasa disingkat ‘AI’), adalah sebuah software yang bergerak di bidang pengolah gambar yang berhubungan dengan vektor.
Apa itu vektor?
Berbeda dengan gambar biasa, vektor adalah jenis gambar yang kalau kita perbesar (zoom) hasilnya tidak akan pecah. Untuk mengetesnya, Anda bisa coba pakai aplikasi editing tertentu, lalu zoom minimal 10X.
Nah, karena hasil gambar yang tidak pecah itulah, software ini dibuat dengan tujuan untuk membantu para desainer grafis atau ilustrator, agar bisa menggambar karyanya dalam bentuk digital dengan hasil yang maksimal.
Program ini terkenal di kalangan desainer grafis karena kualitas warna pada file output-nya. Illustrator mampu menampilkan peramater warna cetak CMYK pada layar monitor RGB hampir 100% presisi dengan hasil cetaknya. Sementara di aplikasi vektor lain desainer perlu banyak melakukan konfigurasi manajemen warna monitor terlebih dahulu sebelum mencapai warna yang hampir presisi di hasil cetaknya.

Bagaimanakah Sejarah Adobe Illustrator?

Sebenarnya, Adobe Illustrator ini bukanlah software yang terbilang baru lagi. Pertama dirilis pada tahun 1987, bersamaan dengan Adobe Photoshop. Adobe Illustrator waktu itu dikembangkan untuk komputer berbasis Machintosh.
Tercatat dari awal dirilis hingga saat ini, telah tersedia banyak versi Adobe Illustrator, yang tentunya menawarkan beragam fitur juga.
Setiap versi-versi Illustrator memiliki fitur-fitur baru yang tidak akan ditemukan di Illustrator versi sebelumnya. Karena itu, bila user ingin menggunakan Illustrator dengan fitur terlengkap, user harus menginstall Illustrator versi terbaru dan ter-update. Adobe mulai mengembangkan Illustrator pada tahun 1985. Meski mulai dikembangkan sejak tahun 1985, namun Illustrator baru resmi dirilis pada Januari 1987.
Adobe mulai didesain dan diprogram pada tahun 1985 yang merupakan aplikasi pendamping Photoshop. Illustrator versi 1.7 dirilis sebagai Illustrator 88, diberi nama demikian karena ia dirilis pada tahun 1988. Illustrator 88 diperkenalkan dengan peralatan dan fiturnya lebih kaya dari versi sebelumnya. Tahun 1989 Illustrator 88 dinobatkan oleh Byte sebagai pemenang Byte Awward, karena diklaim lebih baik dari pesaingnya Aldus FreeHand.
Pada tahun 1990, Adobe merilis Illustrator untuk platform NeXT, Silicon Graphics, dan Sun Solaris. Alhasil, Illustrator untuk platform tersebut tidak dilanjutkan karena anjloknya penerimaan pasar. Rilis Illustrator sejak versi 1 sampai versi 5 masih dalam masa penjajakan, pihak Adobe belum konsisten akan fokus pada platform apa. Adobe baru bisa konsisten terhadap pilihan platform mulai pada versi 7. GUI interface mulai dirombak kembali serta disesuaikan lagi, untuk mencapai konsistensi antara platform Mac dan Windows yang sudah menjadi dua (2) platform yang dipilih Adobe sejak saat itu.
Berikut ini sejarah rilisnya Adobe Illustrator berdasarkan versi numerik-nya. Berikut sejarah rilis Illustrator dari tahun 1996 yaitu Illustrator versi 5.1, versi Illustrator untuk Windows 95 ini mungkin masih bisa diinstall di sistem operasi Windows ter-update saat ini.

Apa saja fungsi Illustrator ?

Dalam sudut pandang desainer grafis, Illustrator dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan berbagai macam produk desain grafis. Illustrator sering dipakai untuk keperluan desain periklanan produk dan stationery perusahaan di samping Adobe Photoshop (PS).
Illustrator saat ini juga sudah mendukung untuk membuat objek dan komponen animasi Flash. Sejak Flash diakuisisi Adobe ia dapat berintegrasi dengan mudah dengan program Illustrator, sehingga objek-objek vektor berkualitas hasil kerja Illustrator pun bisa di-animasi-kan dengan tools pada Flash.
Setiap aplikasi di dalam satu paket instalasi Adobe Creative Suite dapat saling berinteraksi dengan aplikasi lainnya. Contohnya, Illustrator dapat berinteraksi dengan Photoshop dan InDesign (ID). Cara interaksinya yaitu melalui tombol shortcut dan menu edit. Contoh interaksi tombol shortcut yaitu tombol dengan ikon di jendela bagian atas (satu baris dengan Menu utama).
Pada desain grafis khususnya bidang digital imaging, terdapat teknik menggambar digital, dikenal dengan istilah tracing dan WPAP (Wedha’s Pop Art Portrait). Illustrator memiliki tools untuk tracing bernama Live Trace, dengan tool ini user akan lebih mudah melakukan tracing, meskipun tidak semua gambar (khususnya warna detail) dapat langsung di-trace dengan bagus, namun keberadaan tool ini sangat membantu. Konsep WPAP itu sebetulnya mengambil konsep trace, tapi dalam bentuk yang lebih geometrik, dan user tetap akan memerlukan tool Live trace ini sebelum menerapkan WPAP.
Pada desain grafis cetak (printing), Illustrator sangat berguna untuk menghasilkan bentuk-bentuk bangun geometris, kurva, pola/patternbackground, dan sebagainya. Pada desain grafis web pun desainer bisa memanfaatkan Illustrator. Pada feeds Instagram, banyak desain-desain frame, tema, dan background yang warna dan bentuknya halus, tidak jarang desainer menggunakan Illustrator untuk membuat feeds tersebut.
Pada desain arsitek, Illustrator bisa dimanfaatkan untuk membuat file pendukung aplikasi CAD atau untuk membuat tekstur objek. Illustrator tidak dapat dimanfaatkan untuk mengelola data-data bitmap atau hasil capture kamera secara optimal, karena Illustrator deidesain sevagai editor grafika vektor bukan raster. Bila ingin mengolah dan mengelola foto-foto hasil jepretan DSLR berekstensi ‘.JPEG’ maupun ‘.RAW’ disarankan tetap menggunakan Photoshop.

Berikut Fitur Utama Illustrator yang perlu diketahui

Sidebar di sisi kiri jendela Illustrator disebut panel Tools, terdapat banyak peralatan untuk menyeleksi, membuat, dan memanipulasi objek-objek di area kerja (Artboard). Bagi seorang desainer grafis, mengenal bagian Tools ini merupakan pengetahuan teknis dasar yang sangat penting. Karena ketika bekerja ia harus hafal dan membiasakan diri di mana letak-letak ikon tool yang dibutuhkan, supaya dapat mengaksesnya dengan cepat.
Pada beberapa ikon tool tersebut terdapat ikon segitiga kecil di sebelah kanan-bawah-nya, bila di-klik dan tahan pada ikon tersebut akan memunculkan tool tersembunyi. Contohnya yaitu Line tool, bila di-klik dan tahan, maka muncul tool tersembunyinya, di antaranya Arc tool, Spiral tool, Rectangular grid tool, dan Polar grid tool.
Beberapa tool Illustrator memiliki paramater yang tidak ada di aplikasi desain vektor lainnya seperti Links, Artboard tool, Action, Slice, Magic wand, dan masih banyak lagi. Fitur-fitur tersebut sama seperti yang ada di Photoshop. Bila disebut unik, tidak juga, karena setiap aplikasi memiliki fitur andalannya sendiri.
Bila sudah terbiasa dengan tool di Photoshop atau pun InDesign, akan lebih cepat belajar menguasai Tools di aplikasi ini. Illustrator sedikit berbeda dengan CorelDRAW dari sisi letak dan parameter peralatannya, tapi yakinlah bila sudah terbiasa menggunakan CorelDRAW atau pun InkScape maka akan cepat belajar menggunakan Illustrator, karena kesamaan konsepnya.
Mengutip dari “Illustrator 10 for Windows and Macintosh (Visual Quickstart Guide),” ditulis oleh Elaine Weinmann and Peter Lourekas, komponen kunci dari Tools di Illustrator terdiri dari:
  1. Toolbox (Tools)
    Toolbox secara default berada di sidebar sebelah kiri. Disini terdapat peralatan yang akan sering sekali digunakan. Total ada 50-an lebih tool, termasuk tool tersembunyi.
    adobe-illustrator-tools
  2. Color palette
    Color pallete gunanya untuk menentukan warna Fill (isi) dan Stroke (garis). Color pallete akan menampilkan paramater yang berbeda tergantung user memilih yang mana, RGB atau CMYK.
    adobe-illustrator-color
  3. Transparency palette
    Berguna untuk mengubah Blending mode serta Opacity pada objek secara individual, group, atau layer.
    adobe-illustrator-transparency
  4. Stroke palette
    Berguna untuk mengatur ketebalan garis pada objek vektor.
  5. Gradient palette
    Membantu user untuk mengatur gradasi warna dari sebuah objek vektor yang diseleksi. Secara default warna gradasi dalam tool ini adalah Black (hitam) dan White (putih).
  6. Layers palette
    adobe-illustrator-layers
    Layer di Illustrator bekerja selayaknya Layer di Photoshop, Firework, InDesign, atau aplikasi Adobe lainnya. User dapat menambahkan, menghapus, mengatur urutannya, menyembunyikan/menampilkannya (hide/show), menguncinya/melepasnya (lock/unlock), mengubah mode thumbnail-nya, memasukkannya sebagai objek yang ikut dicetak atau tidak (dim object) baik secara individual maupun secara group atau layer, membuat sub-layer, membuat layer baru, dan membuat objek baru.
Berikut adalah tutorial nya :
                       https://www.youtube.com/watch?v=hwxMqm6UDl0



Kelebihan Adobe Illustrator :
  • Toolbar yang di sediakan sangat banayak maka terbilang cukup komplit.
  • Fiturnya pun sangat banyak atau terbilang cukup lengkap.
  • Sangat ampuh untuk pembuatan illustrasi, logo, dan vector image sebagainya.
  • Manpu untuk load file besar, diatas 50mb.
  • Berbagai warna yang disediakan sangat baik dan halus, sehingga tidaka akan jauh dengan hasil print nantinya.
  • Seri dari seluruh produk adobe bisa terkenoneksi dengan user di seluruh dunia, hal ini sangatlah berguna dan mempermudah sharing.
  • Proses lebih ringan dan juga lebih cepat
  • Adobe Illustrator memiliki kemampuan, fitur dan fasilitas yang benar -benar bisa diandalkan untuk memudahkan pekerjaan Anda dalam membuat sebuah desain grafis atau yang lainnya.
  • Tampilan terkini dari Adobe Illustrator ini sangat ramah penggunan, dan memiliki desain yang elegan dan tidak menyakitkan mata. Penggunaannya sangat mudah sehingga bisa mengakses beragam fitur yang ada terutama dengan sistem pengelompokan fasilitas melalui menu, toolbox, pallete dan lainnya.
  • Adobe Illustrator kompatibel dengan bermacam perangkat lunak yang lain untuk berbagai kepentingan akhir, seperti kepentingan cetak, web publishing dan sebagainya.
  • Adobe Illustrator sangat pas jika digunakan dalam menangani beragam pekerjaan desain dari yang sifatnya sederhana bahkan yang sifatnya sangat kompleks, dan juga bisa mengekspor hasil akhir sebuah desain ke dalam berbagai format sesuai kebutuhan kalian dengan kualitas yang bisa diandalkan.
Kekurangan Adobe Ilustrator :
  • Meskipun memiliki fitur yang lengkap namun terbilang ribet untuk pengerjaan layout.
  • Tidak User friendly untuk fitur power clip-nya
  • Tempat produksi terkadang ada yang ngga support
  • Untuk mengedit atau memberi efek pada foto sangat susah
  • Harus didukung dengan pc yg sesuai dengan design
  • Gambar yang di tampilkan tidak terlihat realistis.

kumpulan sumber referensi :

Komentar